Meja kegiatan sudah penuh warna, alat bermain sudah tersedia, tetapi si kecil justru menarik tangannya ketika diajak menyentuh bahan. Sementara anak lain terlihat sibuk bermain, anak Anda memilih berdiri di samping dan memperhatikan.
Situasi seperti ini bisa membuat orang tua merasa perlu membujuk lebih keras. Padahal, satu sesi bermain tidak harus berakhir dengan anak mau menyentuh semua bahan. Mengenal sesuatu yang baru juga bisa dimulai dari melihat.
Mulai dari yang menarik perhatiannya
Coba perhatikan apakah anak tertarik pada warna, wadah, atau alat yang tersedia. Mungkin ia tidak ingin menyentuh bahan secara langsung, tetapi tertarik memegang sendok atau memindahkan wadah.
Jika sesuai dengan kegiatan dan arahan pengajar, alat tersebut bisa menjadi cara untuk ikut bermain. Anak tetap dapat mengeksplorasi tanpa harus langsung menggunakan telapak tangannya.
Tawarkan, lalu beri ruang
Kalimat sederhana seperti “Mau coba pakai sendok?” biasanya sudah cukup untuk membuka pilihan. Jika anak menolak, Anda tidak harus mengulang ajakan berkali-kali.
Hindari memegang tangan anak lalu mencelupkannya ke bahan tanpa persetujuannya. Cobalah bermain di dekatnya dan ceritakan apa yang Anda lakukan. Misalnya, “Mama lagi menuang ini ke mangkuk.” Setelah itu, beri kesempatan anak mengamati.
Tidak perlu mengejar hasil yang sama
Dalam kegiatan sensory play, anak bisa memiliki ketertarikan yang berbeda. Ada yang menikmati menuang berulang kali, ada yang sibuk memindahkan alat, dan ada yang baru ingin mencoba menjelang sesi selesai.
Orang tua tidak perlu menjadikan anak lain sebagai patokan. Lebih berguna memperhatikan respons anak sendiri: apakah ia terlihat penasaran, nyaman, atau justru ingin berhenti?
Bicarakan dengan pengajar
Sampaikan jika ada bahan yang membuat anak tidak nyaman atau pengalaman sebelumnya yang perlu diketahui. Tanyakan apakah tersedia cara lain untuk mengikuti kegiatan.
Saat mengikuti Sensory Class Tumblemore, gunakan kesempatan ini untuk mengenal pilihan bermain si kecil. Tidak perlu memaksakan foto dengan tangan penuh warna sebagai tanda bahwa kelasnya berhasil. Anak yang pulang dengan pengalaman menyenangkan, meskipun hanya mencoba sedikit, tetap punya cerita dari hari itu.